"Sesungguhnya telah ada
pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang
yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21).
Kondisi sosial saat ini :
Degradasi moral akhir-akhir ini adalah tawuran yang sering dilakukan
pelajar dan mahasiswa, padahal jika memandang secara ideal seharusnya semakin
tinggi jenjang pendidikan yang dilalui oleh anak didik semestinya semakin
piawai mengendalikan dirinya, tetapi ini tidak, kenapa?. Peristiwa yang sering
terjadi di kota Jakarta, Makassar, Medan, Palu, Bandung adalah akibat yang
disebabkan oleh suatu kesalahan, bisa jadi peristiwa diatas merupakan efek
negatif dari pola pendidikan yang diadopsi Indonesia dari negara acuannya yaitu
Eropa dan Amerika. Selain itu, esensi materi pendidikan yang distandardisasi
dari Barat bermuatan budaya dan pemikiran yang tidak sesuai dengan syari’at
Islam. Derasnya serangan budaya Barat seperti sikap hedonistik dengan
implikasinya berupa gaya hidup hura-hura, konsumeristik, rakus, boros, cinta
mode, pergaulan bebas, individualistik, memakai narkotika/narkoba, pornografi, berdusta,
korupsi, menimbun barang-barang manakala dibutuhkan orang banyak, mencuri atau
merampok, membunuh, mencaci-maki orang, tegasnya adalah kebebasan yang salah arah dan lepas kendali.
Akhirnya kita dihadapkan pada perkara inti yaitu
bagaimana gambaran pola pendidikan akhlak dalam Islam ? bagaimana pula sosok pendidik umat yang
dibutuhkan untuk membangun kepribadian akhlak Islami pada anak didik kaum muslimin?. Pertanyaan ini akan mudah untuk dijawab
jika kita memiliki pedoman yang jelas dan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah
serta ber-azzam (bertekad kuat) untuk menggali dan mengeksplorasi khazanah
Islam sebagai fundamendal pendidikan generasi muda yang handal. Karena sungguh
didalam Al-Qur’an Sunnah telah dijelaskan dengan mendalam segala aspek
kehidupan termasuk aspek pendidikan.
\
Solusi atas kondisi sosial :
Kerusakan yang lama ada pada pola pendidikan di Negeri Barat sepatutnya
ditinggalkan oleh kaum muslimin. Kerusakan tersebut timbul dikarenakan tidak
adanya muatan ruhiyah dalam penelitian dan pengembangan sains dan teknologinya.
Sehingga dampak yang bisa dirasakan, pola pendidikan tersebut menghasilkan
output berpikir dan bersikap berdasarkan pada prinsip materialisme dengan
menanggalkan prinsip syari’at Islam. Dari sinilah problem sosial kemasyarakatan
muncul dan kerusakan tatanan kehidupan. sebagaimana telah disitir dalam ayat
berikut ini,
“ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan
yang benar) “. (Ar- Rum : 30: 41).
Segala urusan dunia jika solusinya diserahkan
pada hasil pemikiran manusia tanpa melibatkan hukum-hukum Allah didalamnya,
maka solusi tersebut tidak bisa menuntaskan masalah. Sehingga yang terjadi
adalah fenomena tambal sulam ataupun gali lubang, tutup lubang atas masalah
yang ada. Maka dari itu jika ingin
menyelesaikan masalah tanpa masalah termasuk pendidikan harus berujung pangkal
pada Syariat Islam.
Kemudian asfek ilmu
pengetahuan sangatlah penting sekali, dengan ilmu pengetahuan maka seorang
muslim memiliki panduan sekaligus sebagai kontrol dalam perilakunya. Sebagai
seorang muslim, kita pun
dituntut harus mengetahui
banyak hal. Misalnya
dalam pembahasan materi ini,
kita harus bisa mengetahui apa pengertian dari Akhlak, macam-macam akhlak,
akhlak yang baik dan akhlak yang buruk. Dan akhlak seperti apa yang membuahkan
amal yang diterima disisi Alloh SWT.
Pengertian Akhlak
Ada tiga pendekatan
untuk mendefenisikan akhlak,
yaitu
·
Menurut
bahasa (etimologi)
Akhlak
berasal dari bahasa arab yakni “khuluqun” yang menurut loghat diartikan : budi
pekerti, perangai, tingkah laku
atau tabiat.
·
Menurut
istilah (terminologi)
Definasi akhlak menurut istilah ialah:
sifat yang tertanam di dalam diri yang dapat mengeluarkan sesuatu perbuatan dengan senang
dan mudah tanpa pemikiran, penelitian dan paksaan. Atau diartikan pula akhlak
adalah suatu keinginan yang ada di dalam jiwa yang akan dilakukan dengan
perbuatan tanpa intervensi akal/pikiran
·
Menurut
para imam ahli ilmu
-
Menurut
Imam Al-Gazali
"Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan
perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan
pertimbangan.".
-
Menurut
Ibnu Maskawaih
"Akhlaq adalah sifat yang tertanam
dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan
pemikiran dan pertimbangan."
-
Menurut
Abdul Karim Zaidan
"(Akhlaq) adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang
tertanam dalam jiwa, yang dalam sorotan dan timbangannya seseorang dapat
menilai perbuatannya baik atau buruk, untuk kemudian memilih melakukan atau
meninggalkannya."
Kesimpulan :
Dengan demikian kita
menyimpulkan bahwa pengertian akhlaq adalah:
"Perbuatan yang
telah biasa dilakukan secara berkesinambungan dengan kesadaran sendiri, baik
itu bawaan lahir, maupun hasil dari didikan yang diperoleh dari orang lain yang
telah menyatu dalam diri dan tertanam dalam jiwa sehingga menjadi sifat
kepribadiannya sehari-hari."
Para ulama Islam yang
menulis tentang akhlak itu menjelaskan bahwa akhlak yang baik adalah apa yang dinilai baik oleh akal dan syariat.
Sedangkan akal saja tak cukup untuk menilai baik dan buruknya suatu perbuatan.
Oleh karena itu, Allah mengutus para Rasul dan menurunkan pertimbangan (Kitab
Suci) bersama mereka yang memperlakukan manusia dengan penuh keadilan.
Demikianlah, ukuran
akhlak yang baik jika sesuai dengan syariat Allah. Berhak mendapatkan ridha-Nya
dan dalam memegang akhlak yang baik ini sambil memperhatikan pribadi, keluarga,
masyarakat dan pemeritahan sehingga di dalamnya terdapat kebaikan dunia dan
akherat.






Unknown


0 komentar:
Posting Komentar