Pages

Selasa, 14 April 2015

Akhlaq Seorang Muslim









"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21).

Kondisi sosial saat ini :
Degradasi moral akhir-akhir ini adalah tawuran yang sering dilakukan pelajar dan mahasiswa, padahal jika memandang secara ideal seharusnya semakin tinggi jenjang pendidikan yang dilalui oleh anak didik semestinya semakin piawai mengendalikan dirinya, tetapi ini tidak, kenapa?. Peristiwa yang sering terjadi di kota Jakarta, Makassar, Medan, Palu, Bandung adalah akibat yang disebabkan oleh suatu kesalahan, bisa jadi peristiwa diatas merupakan efek negatif dari pola pendidikan yang diadopsi Indonesia dari negara acuannya yaitu Eropa dan Amerika. Selain itu, esensi materi pendidikan yang distandardisasi dari Barat bermuatan budaya dan pemikiran yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Derasnya serangan budaya Barat seperti sikap hedonistik dengan implikasinya berupa gaya hidup hura-hura, konsumeristik, rakus, boros, cinta mode, pergaulan bebas, individualistik, memakai narkotika/narkoba, pornografi, berdusta, korupsi, menimbun barang-barang manakala dibutuhkan orang banyak, mencuri atau merampok, membunuh, mencaci-maki orang, tegasnya adalah  kebebasan yang salah arah dan lepas kendali.
Akhirnya kita dihadapkan pada perkara inti yaitu bagaimana gambaran pola pendidikan akhlak dalam Islam ? bagaimana pula sosok pendidik umat yang dibutuhkan untuk membangun kepribadian akhlak Islami pada anak didik kaum muslimin?. Pertanyaan ini akan mudah untuk dijawab jika kita memiliki pedoman yang jelas dan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah serta ber-azzam (bertekad kuat) untuk menggali dan mengeksplorasi khazanah Islam sebagai fundamendal pendidikan generasi muda yang handal. Karena sungguh didalam Al-Qur’an Sunnah telah dijelaskan dengan mendalam segala aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan.
\
Solusi atas kondisi sosial :
Kerusakan yang lama ada pada pola pendidikan di Negeri Barat sepatutnya ditinggalkan oleh kaum muslimin. Kerusakan tersebut timbul dikarenakan tidak adanya muatan ruhiyah dalam penelitian dan pengembangan sains dan teknologinya. Sehingga dampak yang bisa dirasakan, pola pendidikan tersebut menghasilkan output berpikir dan bersikap berdasarkan pada prinsip materialisme dengan menanggalkan prinsip syari’at Islam. Dari sinilah problem sosial kemasyarakatan muncul dan kerusakan tatanan kehidupan. sebagaimana telah disitir dalam ayat berikut ini,



Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) “. (Ar- Rum : 30:  41).

Segala urusan dunia jika solusinya diserahkan pada hasil pemikiran manusia tanpa melibatkan hukum-hukum Allah didalamnya, maka solusi tersebut tidak bisa menuntaskan masalah. Sehingga yang terjadi adalah fenomena tambal sulam ataupun gali lubang, tutup lubang atas masalah yang ada.  Maka dari itu jika ingin menyelesaikan masalah tanpa masalah termasuk pendidikan harus berujung pangkal pada Syariat Islam.
Kemudian asfek ilmu pengetahuan sangatlah penting sekali, dengan ilmu pengetahuan maka seorang muslim memiliki panduan sekaligus sebagai kontrol dalam perilakunya. Sebagai seorang muslim,  kita  pun  dituntut  harus  mengetahui  banyak  hal.  Misalnya  dalam pembahasan   materi ini, kita harus bisa mengetahui apa pengertian dari Akhlak, macam-macam akhlak, akhlak yang baik dan akhlak yang buruk. Dan akhlak seperti apa yang membuahkan amal yang diterima disisi Alloh SWT.




Pengertian Akhlak
Ada   tiga   pendekatan   untuk   mendefenisikan   akhlak,   yaitu  

·      Menurut bahasa (etimologi)
Akhlak   berasal dari bahasa arab yakni  “khuluqun”    yang menurut loghat diartikan :   budi  pekerti, perangai,   tingkah   laku   atau   tabiat.
·      Menurut istilah (terminologi)
Definasi akhlak menurut istilah ialah: sifat yang tertanam di dalam diri yang dapat  mengeluarkan sesuatu perbuatan dengan senang dan mudah tanpa pemikiran, penelitian dan paksaan.  Atau diartikan pula akhlak adalah suatu keinginan yang ada di dalam jiwa yang akan dilakukan dengan perbuatan tanpa intervensi akal/pikiran

·      Menurut para imam ahli ilmu
-        Menurut Imam Al-Gazali
"Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.".
-        Menurut Ibnu Maskawaih


"Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan."
               
-        Menurut Abdul Karim Zaidan
"(Akhlaq) adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dalam sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatannya baik atau buruk, untuk kemudian memilih melakukan atau meninggalkannya."
Kesimpulan :
Dengan demikian kita menyimpulkan bahwa pengertian akhlaq adalah:
"Perbuatan yang telah biasa dilakukan secara berkesinambungan dengan kesadaran sendiri, baik itu bawaan lahir, maupun hasil dari didikan yang diperoleh dari orang lain yang telah menyatu dalam diri dan tertanam dalam jiwa sehingga menjadi sifat kepribadiannya sehari-hari."
Para ulama Islam yang menulis tentang akhlak itu menjelaskan bahwa akhlak yang baik adalah apa yang dinilai baik oleh akal dan syariat. Sedangkan akal saja tak cukup untuk menilai baik dan buruknya suatu perbuatan. Oleh karena itu, Allah mengutus para Rasul dan menurunkan pertimbangan (Kitab Suci) bersama mereka yang memperlakukan manusia dengan penuh keadilan.
Demikianlah, ukuran akhlak yang baik jika sesuai dengan syariat Allah. Berhak mendapatkan ridha-Nya dan dalam memegang akhlak yang baik ini sambil memperhatikan pribadi, keluarga, masyarakat dan pemeritahan sehingga di dalamnya terdapat kebaikan dunia dan akherat.



0 komentar:

Posting Komentar